Postingan

Menampilkan postingan dengan label praktikum fisdas

L2 - Jembatan Wheatstone

Tahukah Anda tentang Jembatan Wheatstone ? Jembatan Wheatstone adalah rangkaian empat buah resistor / hambatan yang disusun sedemikian rupa. Secara teknis, jembatan Wheatstone adalah sirkuit elektrik dasar dengan salah satu resistornya dapat diatur sedemikian rupa sehingga galvanometer (G) menunjukkan angka nol. Saat galvanometer menunjukkan angka nol, maka tidak ada arus yang mengalir sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa besar beda potensial antara titik B dengan titik C sama dengan nol.  Jembatan Wheatstone digunakan untuk mengukur elektrik resistensi ical dengan metode perbandingan. Pada dasarnya adalah pada sebuah rangkaian listrik, jembatan Wheatstone digunakan untuk mengukur resistansi dari resistor yang tidak diketahui dengan melewatkan arus yang melalui itu. L adalah kawat homogen, sehingga panjang kawat sebanding dengan nilai hambatannya. Rs adalah hambatan standar yang nilainya dapat kita tentukan dengan mengatur variabel yang ada. Untuk harga R...

M3 - Momen Kelembaman

Momen kelembaman adalah sebutan lain dari Momen inersia atau juga Momen Kedua. Memiliki satuan SI yaitu kg m2, dan merupakan ukuran ketahanan objek terhadap perubahan laju. Besaran ini adalah kelembaman sebuah benda berotasi terhadap porosnya. Momen Inersia adalah hasil kali masa partikel dengan kuadrat jarak partikel dari titik poros atau I = ∑ m r2 atau I = k m r2 Dengan : I : Momen Inersia (Kg m2) M : Massa (Kg) r : Jarak ke sumbu rotasi (m) k : koefisien Dari rumus diatas terlihat bahwa momen inersia sebanding dengan massa dan kuadrat jarak dari sumbu putarnya. Koefisien k sangat ditentukan oleh bentuk dan sumbu putar benda. Jadi, tidak semua benda memiliki oefisien yang sama. Perbedaan nilai antara massa dan momen inersia adalah besar massa suatu benda hanya bergantung pada kandungan zat pada benda tersebut, tetapi momen inersia tidak hanya tergantung pada jumlah zat tetapi juga dipengaruhi oleh bagaimana zat tersebut terdistribusi pada benda. M...

M0 - Pengukuran

Pengukuran adalah hal yang selalu dilakukan oleh seorang fisikawan. Pengertian dari mengukur itu sendiri adalah membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain (sejenis) yang ditetapkan sebagai satuan. Namun dalam melakukan pengukuran, tidak ada pengukuran yang mutlak ,tepat atau akurat. Misalnya saja tinggi sebatang pohon adalah 4 meter, namun ketika diukur kembali oleh seorang yang berbeda dengan peralatan yang berbeda pula bisa saja menghasilkan hasil pengukuran yang berbeda yaitu 4,35 meter. Fisika adalah ilmu eksakta (ilmu yang berdasarkan pada pengukuran). Terjadinya kesalahan dalam pengukuran itu sendiri biasanya disebabkan oleh keterbatasan manusia ataupun peralatannya itu sendiri, karena pengukuran yang akurat dan presisi sangat tergantung pada metode dan alat ukur yang digunakan. Hasil pengamatan yang baik akan tidak berarti jika pengolahan data dikerjakan tidak tepat, maka pengetahuan tentang teori dan statistik sangat dibutuhkan seorang eksperimentator. Adap...

L5 - Teori Efek Transien Rangkaian RC

Gambar
Rangkaian Listrik tidak dapat dipisahkan dari penyusunnya sendiri, yaitu berupa elemen atau komponen. Elemen Aktif. Elemen aktif adalah elemen yang menghasilkan  energi. 1. Sumber Tegangan ( Voltage  Source ) Sumber tegangan ideal adalah suatu sumber yang menghasilkan tegangan yang tetap, tidak tergantung pada arus yang mengalir pada sumber tersebut, meskipun tegangan tersebut merupakan fungsi dari t.     Sifat lain : Mempunyai nilai resistansi dalam Rd = 0 (sumber tegangan ideal).  a.        Sumber Tegangan Bebas/  Independent Voltage Source Sumber yang menghasilkan tegangan tetap tetapi mempunyai sifat khusus yaitu harga tegangannya tidak bergantung pada harga tegangan atau arus lainnya, artinya nilai tersebut berasal dari sumber tegangan dia sendiri. b.        Sumber Tegangan Tidak Bebas/  Dependent  Voltage Source ...

K2 - Konstanta Joule

Gambar
Konstanta Joule merupakan percobaan Joule yang menemukan kesamaan (ekivalensi) antara kerja mekanikal terhadap jumlah perpindahan panas (mechanical equivalent of heat). Semua energi, apakah itu energi listrik, energi kalor, energi kinetik, energi potensial, energi cahaya, energi bunyi dan sebagainya, dalam SI memiliki satuan yang sama yaitu joule (disingkat J) dan dimensinya adalah [M][L]²[T] -2 Satuan kalor jenis = J/(kg K) = J kg -1  K -1    Dimensi kalor jenis = [L]²[T] -2 [θ] -1 Hasil percobaan Joule, 1 kalori perpindahan panas (energi termal) = 4,184 N-m kerja mekanikal. Maka, konstanta Joule adalah 4,184 J / kalori karena 1 N-m dikenal juga sebagai Joule (J) dengan : N a  = nilai air kalorimeter V = tegangan listrik (Volt) t = waktu (detik)   C a  = kalor jenis air M a  = massa air dalam calorimeter I = arus listrik (Ampere) T = perubahan suhu dalam  o C KALORIMETER Kalorimeter   merupakan ...